Desa Ajung, mungkin dikatakan sebuah desa terpencil & akses
jalan yang sangat menantang baru bisa sampai ke sini.Perjalananku ke sini di mulai tanggal 10 Maret 2013, untuk menghilangkan rasa capek pada saat magang, sebut saja temanku itu Luminous. Dia bilang “Cignus, ndak umpat ke Ajung kah?”. “oke” kataku. Kebetulan dia asli orang sana.
Pagi
Minggu, kami pun berangkat. Luar biasa jalannya, hanya batu-batu dan tanah,
jalan naik dan turun gunung. Di sepanjang jalan menuju Ajung hanya di kelilingi
oleh hutan-hutan lebat. Sungguh sangat dingin. Sampai di sana, sungguh luar
biasa.
Di Ajung tanpa listrik sebab
listrik belum sampai ke sini. Di sini, para penduduk menggunakan sel
fotovoltoik untuk menangkap panas cahaya matahari dan menyimpannya pada sebuah
aki, dan hanya digunakan untuk penerangan saat malam datang menjelang.
Di sana itu yang aku suka, sungainya, para
penduduk yang ramah, dan suara-suara music angklung yang mereka buat dari
bambu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar