Jumat, 14 Februari 2014

Air Terjun Part 2




Siapa sangka ? Ternyata jauh di pelosok pedalaman menyimpan berbagai keindahan alam yang tak terjangkau oleh tangan pemerintah sendiri.
Sebuah tempat yang seharusnya bisa dijadikan tempat penghasilan daerah untuk dibidang kepariwisataan, malah tidak dihiraukan sama sekali sampai detik ini.
Sebuah perjalanan menempuh jalan berbatu dan jalan  yang becek bekas hujan. Semua berawal pada hari Minggu, 17 Nopember 2013 tepatnya pagi hari. Kami berkumpul terlebih dahulu di sekolah untuk menuju ke rumah Erfan. Saat itu saya bersama Bocil, Cunlae dan Maji. Kami berkumpul sekitar jam 08.00. lalu kami lanjutkan menuju rumah Erfan. Di sana cukup lama berdiam menunggu kaka sepupu Erfan yang akan membimbing perjalanan. Sekitar jam 10.00 lewat, kami berangkat.  
Saya juga telah terjanji dengan Luminous untuk pergi ke sana, tetapi saya duluan. Pertama ke sini saya terkejut dengan jlan yang berliku-liku dan menanjak. Untuk sampai ke air terjun ini harus melewati lebih dari 6 sungai. Perlu berjalan sekitar 45 menitan.
Setiba di air terjun, kami langsung terjun mandi. Dan mendaki air terjun menuju yang lebih tinggi. Mungkin hanya sampai tingkat ke-4 yang aku telusuri. Saya tercebur ke dalam sumur yang dalam di tingkat 4, Alhamdulillah saya berpegangan. Kami sekitar 2 jam lebih di sini. Tiba-tiba Luminous datang bersama temannya Niko. Mereka mungkin hanya sebentar. Kami pulangnya bersama Luminous, memisahkan diri dari Erfan. 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar