Siapa sangka ? Ternyata jauh di
pelosok pedalaman menyimpan berbagai keindahan alam yang tak terjangkau oleh
tangan pemerintah sendiri.
Sebuah tempat yang seharusnya
bisa dijadikan tempat penghasilan daerah untuk dibidang kepariwisataan, malah
tidak dihiraukan sama sekali sampai detik ini.
Sebuah
perjalanan menempuh hujan dan beceknya jalan bahkan tersesat, kami lalui untuk
sampai ke tempat ini. Semua berawal pada hari Minggu, 8 Desember 2013 tepatnya
siang hari, kami berkumpul di rumah Erfan di Awayan Pasar. Tiba-tiba hujan
deras datang mengguyur. Kami sudah hamper membatalkan rencana kami untuk
berangkat.
Tetapi
Alhamdulillah hari mulai cerah kembali, lalu kami menunggu Rizal. Setelah Rizal
datang, kami pun langsung berangkat. Jalannya cukup menantang, butuh keahlian
ekstrim untuk berkendara sehabis hujan seperti ini. Sampai di perkampungan
sana, kendaraan ditinggal. Dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira 45 menit.
Kami tersesat karena salah ambil jalan. Kami bimbang, apakah ingin melanjutkan
atau kembali. Pucuk di cinta ulam pun tiba, untung kami bertemu penduduk desa,
katanya “Terus saja de, selalu ambil belokkan kiri, ikuti saja, lawan arus
sungai ini”
Kami pun terus berjalan, cukup
lama juga, akhirnya mendengar suara gemuruh air, lelah dan rasa capek pun mulai
hilang. Langsung saja kami mandi. Saat itu cuaca sedang gerimis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar