Selasa, 11 Februari 2014

Air Terjun di Desa Rantau Paku(Iyam) kec. Tebing Tinggi






Siapa sangka ? Ternyata jauh di pelosok pedalaman menyimpan berbagai keindahan alam yang tak terjangkau oleh tangan pemerintah sendiri.
Sebuah tempat yang seharusnya bisa dijadikan tempat penghasilan daerah untuk dibidang kepariwisataan, malah tidak dihiraukan sama sekali sampai detik ini.
Sebuah perjalanan menempuh hujan dan beceknya jalan bahkan tersesat, kami lalui untuk sampai ke tempat ini. Semua berawal pada hari Minggu, 8 Desember 2013 tepatnya siang hari, kami berkumpul di rumah Erfan di Awayan Pasar. Tiba-tiba hujan deras datang mengguyur. Kami sudah hamper membatalkan rencana kami untuk berangkat.
Tetapi Alhamdulillah hari mulai cerah kembali, lalu kami menunggu Rizal. Setelah Rizal datang, kami pun langsung berangkat. Jalannya cukup menantang, butuh keahlian ekstrim untuk berkendara sehabis hujan seperti ini. Sampai di perkampungan sana, kendaraan ditinggal. Dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira 45 menit. Kami tersesat karena salah ambil jalan. Kami bimbang, apakah ingin melanjutkan atau kembali. Pucuk di cinta ulam pun tiba, untung kami bertemu penduduk desa, katanya “Terus saja de, selalu ambil belokkan kiri, ikuti saja, lawan arus sungai ini”
Kami pun terus berjalan, cukup lama juga, akhirnya mendengar suara gemuruh air, lelah dan rasa capek pun mulai hilang. Langsung saja kami mandi. Saat itu cuaca sedang gerimis.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar